Identifikasi Pemicu Makan Dengan Emosional

Orang makan karena berbagai alasan. Langkah pertama dalam menghentikan makan emosional yaitu mengidentifikasi pemicu pribadi. Situasi,tempat, atau perasaan apa yang mendorong anda mencoba meraih rasa nyaman dengan makanan
Perlu diingat bahwa kebanyakan makan emosional terkait dengan perasaan tidak menyenangkan, akan tetapi dapat juga dipicu oleh emosi positif, seperti menghadiahi diri sendiri karena berhasil mencapai tujuan atau merayakan liburan.


Penyebab umum dari makan emosional
Stres. 
Pernahkah anda menyadari bila stres membuat Anda lapar?hal ini bukan hanya dalam pikiran Anda. Ketika stres terasa kronis, seperti yang sering terjadi di dunia kita yang bergerak cepat dan kacau, hal tersebut memicu hormon stres, cortisol. Cortisol memicu keinginan untuk makanan asin, manis, dan berlemak tinggi, makanan yang memberikan ledakan energi dan kesenangan. Semakin stres tidak terkontrol dalam hidup Anda, semakin besar kemungkinan Anda untuk beralih ke makanan untuk melegakan perasaan.
ilustrasi you are what you eat
Sumber : www.onemillionpicture.com
Memuaskan emosi. 
Makan dapat menjadi cara sementara untuk membungkam atau "menurunkan" emosi tidak nyaman, termasuk marah, takut, sedih, cemas, kesepian, kebencian, dan rasa malu. Bila Anda sementara mematikan emosi dengan makanan, anda berusaha menghindari emosi yang tidak ingin anda rasakan.

Kebosanan atau perasaan kekosongan. 
Apakah Anda pernah makan hanya untuk memberikan diri Anda sesuatu untuk dilakukan, untuk menghilangkan kebosanan, atau sebagai cara mengisi kekosongan dalam hidup Anda? Anda merasa tidak terpenuhi dan kosong, dan makanan adalah jalan untuk memenuhi waktu dan mulut. Pada saat ini, makanan dapat mengisi dan mengalihkan anda dari rasa tidak bertujuan dan ketidakpuasan dalam hidup. 

Kebiasaan masa kecil. 
Pikirkan kembali kenangan masa kecil Anda pada makanan. Apakah orang tua Anda menghadiahi perilaku yang baik dengan es krim, membawa Anda keluar makan pizza ketika Anda menghasilkan rapor yang baik, atau memberikan Anda permen ketika merasa sedih.

Kebiasaan makan emosional saat anak-anak sering terbawa sampai dewasa. 
Atau mungkin beberapa kebiasaan makan Anda didorong oleh nostalgia,untuk mengingat kenangan memanggang burger di halaman belakang dengan ayah, membakar dan makan cookies dengan ibu, atau berkumpul makan malam pasta di keliling meja dengan keluarga.


Pengaruh sosial. 
Kumpul bersama-sama dengan orang lain untuk makan adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres, tetapi juga dapat menyebabkan makan berlebihan. Sangat mudah untuk menjadi berlebihan hanya karena makanan di sana atau karena setiap orang makan. Anda juga mungkin makan berlebih di situasi sosial agar lari dari kegelisahan. Atau mungkin keluarga atau teman mendorong anda untuk makan berlebihan dan sangat mudah untuk ikut dalam kelompok.

Share on Google Plus

Tentang 1Diet Oleh Admin Novi

Berbagi cara menurunkan berat badan secara sehat dan Tips memilih makanan untuk kualitas hidup lebih baik. Situs https://1dietok.blogspot.com menyediakan informasi secara lengkap dan mudah dipahami.